Anak Muda dan Politik Berpotensi Memperkuat Demokrasi di Indonesia

Pemuda selalu menjadi penanda zaman, namun tantangan mereka saat ini berbeda secara diametral dengan generasi sebelumnya. Dalam episode ini, pemuda tidak lagi dibaca melalui keran…

Pemuda selalu menjadi penanda zaman, namun tantangan mereka saat ini berbeda secara diametral dengan generasi sebelumnya. Dalam episode ini, pemuda tidak lagi dibaca melalui kerangka romantisme pergerakan jalanan masa lalu, melainkan diposisikan sebagai aktor sentral di ruang digital yang penuh polusi informasi. Era keterbukaan membawa ironi: akses kekuasaan lebih terbuka, namun ruang publik dipenuhi kepalsuan, segregasi, dan narasi kebencian. Generasi muda tidak boleh hanya dikomodifikasi oleh partai politik sebagai komoditas penyumbang angka demografi pemilih pemula. Mereka harus merebut fungsi emansipatorisnya dengan menjadi agen literasi. Kecerdasan dan ketangkasan anak muda dalam menavigasi teknologi harus digunakan untuk mendisrupsi informasi sampah dan memproduksi pencerahan. Melalui artikulasi narasi yang kreatif dan elegan di media sosial, kaum muda memiliki tanggung jawab historis untuk menjernihkan diskursus publik, memaksa elite politik berbicara tentang esensi, dan menjadi benteng terakhir yang menjaga nalar kewarasan demokrasi Indonesia dari ancaman populisme murahan.

Tonton episode lengkap di YouTube