Tiga belas terbitan sepanjang 2012 sampai 2026, dari buku IRE tentang desa sampai zine yang menghimpun gagasannya. Peran penulisnya dicatat apa adanya.
Sinau Bareng Tata Nilai Budaya
(2022, Dinas Kebudayaan DIY, penulis bersama)
— Ditulis bersama Argo Twikromo dan Purwadmadi. Tujuh puluh delapan halaman berilustrasi.
Sosiolog Rakyat: Intelektualisme dan Aktivisme 50 Tahun Arie Sujito
(2022, Yayasan LKiS, buku tentangnya)
— Editor Sutoro Eko. Buku penghormatan atas ulang tahun kelima puluhnya, xxxii + 364 halaman. Penerbitnya menegaskan di halaman pengantar: ini bukan buku yang ditulis Arie Sujito, melainkan buku tentang Arie Sujito. Dari sinilah sebutan sosiolog rakyat berasal.
Belajar Demokrasi dari Jogja: Pemilu 1951
(2021, BPAD DIY, penulis bersama)
— Naskah Sumber Arsip Seri 14. Menelusuri pemilu 1951 di Yogyakarta sebagai rujukan praktik demokrasi paling awal di Indonesia.
Tonggak Politik: Kumpulan Esai Dua Dekade Demokrasi Indonesia
(2020, Penerbit Ombak dan Sanggar Maos Tradisi, penulis tunggal)
— Empat puluh tujuh esai, dua laporan wawancara, dan satu naskah profil, sebelumnya tersebar di media massa dan jurnal sepanjang 2000 hingga 2020, dikumpulkan dalam 290 halaman. Diluncurkan di Desa Gunungsari, Madiun, kampung halaman penulisnya.
Secangkir Politik
(2019, Penerbit Ombak dan Sanggar Maos Tradisi, penulis tunggal)
— Kumpulan catatan politik. Sepasang dengan Tonggak Politik yang terbit dari penerbit yang sama.
Negara Sibuk Rakyat Terpuruk
(2012, IRE Yogyakarta, penulis tunggal)
— Kata pengantar S. Bayu Wahyono, editor Aksan Susanto. Terbit dengan dukungan Australian Aid dan The Asia Foundation.
Pendangkalan Politik
(2012, IRE Yogyakarta, penulis tunggal)
— Kata pengantar Aris Arif Mundayat, editor Aksan Susanto. Seperti Negara Sibuk Rakyat Terpuruk, terbit dengan dukungan Australian Aid dan The Asia Foundation.
Pemuda Pasca Orde Baru
(2012, YouSURE, Youth Studies Centre Fisipol UGM, penulis kontributor)
— Potret Kontemporer Pemuda Indonesia. Editor M. Najib Azca, Subando Agus Margono, dan Lalu Wildan.