Sosiolog, dosen Fisipol UGM sejak 1999, Wakil Rektor UGM, dan Ketua Umum Ikatan Sosiologi Indonesia. Riwayat lengkapnya, lengkap dengan sumber tiap keterangan, untuk siapa pun yang hendak menulis tentangnya.
Lahir: Madiun, Jawa Timur
Pendidikan: Sarjana (1997), magister (2004), dan doktor (2015) Sosiologi, Universitas Gadjah Mada
Mengajar: Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM sejak 1999
Jabatan kini: Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, periode 2022 sampai 2027
Organisasi profesi: Ketua Umum Ikatan Sosiologi Indonesia, periode 2023 sampai 2027
Riset: Kepala Social Research Centre (Sorec) UGM
Di luar kampus: Pesilat, tumbuh di UKM Persaudaraan Setia Hati Terate. Pendiri Sanggar Maos Tradisi, ruang diskusi, menulis, pameran seni, teater, dan latihan gamelan
Bersama kawan-kawannya mengambil langkah yang saat itu kontroversial: membubarkan Senat Mahasiswa dan mendirikan Dewan Mahasiswa UGM. Ia juga aktif di pers kampus Sintesa.
Menyelesaikan studi sarjana di Departemen Sosiologi, Fisipol UGM.
Memulai karier sebagai dosen di Fisipol UGM, dan sejak itu tidak pernah benar-benar meninggalkan ruang kelas.
Minat studinya mengerucut ke sosiologi politik dan kajian demokrasi.
Memimpin Institute for Research and Empowerment selama dua periode, dengan fokus pada demokrasi, pembaruan desa, dan penganggaran desa partisipatif.
Diserahi memimpin program studi tempat ia sendiri dulu belajar.
Disertasinya menelusuri liberalisasi politik dan kapitalisasi desa pada era transisi otonomi dan desentralisasi.
Dua tahun setelah doktor, ia membuka ruang untuk diskusi, menulis, pameran seni, pertunjukan teater, dan berlatih gamelan.
Yayasan LKiS menerbitkan buku penghormatan atas ulang tahun kelima puluhnya, disunting Sutoro Eko. Dari buku inilah sebutan sosiolog rakyat berasal.
Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni.
Memimpin organisasi profesi sosiolog se-Indonesia.
Salah satu dari sebelas panelis yang dipilih KPU untuk debat calon wakil presiden di Jakarta Convention Center, 21 Januari 2024.
Ikut dalam aksi bertajuk Tegakkan Etika dan Konstitusi, Perkuat Demokrasi pada 12 Maret 2024.
Menjadi bagian dari seribu akademisi UGM yang menyatakan keprihatinan atas situasi darurat demokrasi.