29 entri arsip tentang demokrasi, dipisah menurut tiga register: tulisan akademis, pendapat pribadi, dan pernyataan jabatan. Minat riset yang tercantum di profil Google Scholar.
Belajar Demokrasi dari Jogja: Pemilu 1951
— Naskah Sumber Arsip Seri 14. Menelusuri pemilu 1951 di Yogyakarta sebagai rujukan praktik demokrasi paling awal di Indonesia.
Negara Sibuk Rakyat Terpuruk
— Kata pengantar S. Bayu Wahyono, editor Aksan Susanto. Terbit dengan dukungan Australian Aid dan The Asia Foundation.
Pendangkalan Politik
— Kata pengantar Aris Arif Mundayat, editor Aksan Susanto. Seperti Negara Sibuk Rakyat Terpuruk, terbit dengan dukungan Australian Aid dan The Asia Foundation.
Mengatasi Rapuhnya Demokrasi
— Bangunan demokrasi Indonesia berada di ambang keruntuhan ketika pilar-pilarnya rapuh satu per satu: partai politik digerogoti korupsi dan skandal kekuasaan, kebebasan sipil untuk berekspresi dijepit kekuatan mayoritas di masyarakat, dan penegakan hukum dirusak oleh aparatnya sendiri. Pelaksanaan demokrasi secara prosedural boleh dianggap lancar, damai, bahkan makin mapan, tetapi proses dan capaian perubahannya tidak sepadan dengan harapan. Ringkasan ini disusun dari pokok argumen artikelnya; tek
Memprediksi Pilpres
— Secara formal deklarasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden telah dilakukan pada 19 Mei 2014, dengan perkiraan pertarungan berhadapan langsung pada 9 Juli 2014.
Pemilu Culas, Demokrasi Bablas
— Pemilu 2014 ini, sesungguhnya menjadi pertaruhan apakah Indonesia memasuki lepas landas, ataukah akan kandas.
Pesan untuk Pemilih
— Pemilu yang akan dilangsungkan pada 9 April 2014 ini, tentu memiliki beban berat. Ada harapan atas redistribusi kekuasaan, sekaligus kekhawatiran atas merosotnya mutu hasilnya.
Kemerosotan Demokrasi Liberal-Prosedural: Indonesia Pasca Otoriterisme
— Benarkah sejak tumbangnya Orde Baru kita betul-betul memasuki demokrasi liberal sebagaimana ditandai sistem multipartai? Pertanyaan ini bisa mengawali diskusi, sekaligus perdebatan kita, saat publik, khususnya para aktivis, resah atas ketidakberesan perubahan sejak reformasi berlangsung. Banyak harapan besar menghiasi narasi perjuangan harus musnah, karena demokrasi dalam pengertian substantif tidak pernah terwujud.