Bertani Di Kota Bersama Warga

Vania, perwakilan kelompok pemuda di Bandung yang menamai diri Seni Tani, memaparkan inisiatif pertanian urban di lahan terbengkalai. Berawal dari keprihatinan saat pandemi bahwa…

Bersama Vania, penggerak Seni Tani di Bandung, Jawa Barat.

Vania, perwakilan kelompok pemuda di Bandung yang menamai diri Seni Tani, memaparkan inisiatif pertanian urban di lahan terbengkalai. Berawal dari keprihatinan saat pandemi bahwa 96 persen sumber pangan Kota Bandung dipasok dari luar daerah, Vania dan komunitasnya menyulap lahan tidur di bawah jalur tegangan ekstra tinggi yang penuh sampah kasur dan beling menjadi kebun komunal yang produktif. Mereka tidak hanya bertani, tetapi mengadaptasi sistem Community Supported Agriculture, di mana konsumen di kota berlangganan sayur dan turut membiayai operasional lahan sebelum panen. Sistem ini menjamin petani mendapat penghasilan tetap sekaligus mendidik warga kota memahami dari mana makanan mereka berasal.

Seni Tani menyajikan kritik tajam atas kerentanan tata ruang dan ketahanan pangan urban. Kota besar di Indonesia umumnya rapuh karena sistem pangannya sangat bergantung pada rantai pasok eksternal. Yang dilakukan Vania adalah praktik keadilan spasial: mengubah lahan terpinggirkan yang sarat stigma menjadi ruang produktif yang menjamin kedaulatan pangan warga sekitarnya. Konsep ekonomi berlangganan yang mereka usung merupakan antitesis dari mekanisme pasar bebas; ia membangun sistem ekonomi berbasis solidaritas, transparansi, dan kepercayaan antara produsen dan konsumen. Pendekatan ini meruntuhkan komodifikasi pangan dan memposisikan makanan bukan sekadar barang dagangan, tetapi hak dasar yang diproduksi secara kolektif dan beretika.

Rincian bahasan

  1. Makna filosofis nama Seni Tani Pertanian itu bukan hal yang saklek... dari Sabang sampai Merauke cara bertani beda-beda budayanya, dan itu kami anggap seni.
  2. Menyulap lahan SUTET menjadi kebun sayur Ada lahan SUTET terbengkalai, banyak sampah, beling, kasur... kita aktivasi lahan ini, kita bersihin bareng-bareng jadi kebun komunal.
  3. Membagi peran pemuda dalam pertanian kota Kita kumpul anak muda... nggak semuanya harus macul, ada yang aktivasi sosial media, bikin logo, ada yang main koneksi.
  4. Dinamika politik lahan dengan perangkat setempat RT dan Lurah sudah menyetujui dan support... tapi ada konflik kepentingan (conflict of interest) dengan level RW yang merasa tersaingi gerakannya.
  5. Tiga visi besar, akses pangan, regenerasi, transparansi Satu, akses pangan sehat untuk menengah ke bawah. Dua, regenerasi petani muda. Tiga, transparansi rantai pasok pangan siapa yang menanam.
  6. Urun dana dan berbagi hasil panen bagi disabilitas Kami mencari cara agar petani terapresiasi tapi orang tak mampu bisa menikmati... perusahaan beli sayur kami, lalu kami distribusikan ke teman-teman disabilitas dan lansia.
  7. Memperluas jaringan lewat komunitas Seribu Kebun Kita buat wadah 1000 Kebun, dari Sabang sampai Merauke kumpul di WhatsApp... akademisi, petani, penghobi kumpul sharing Movement yang sama.
  8. Sistem berlangganan yang menyejahterakan petani Sistem Community Supported Agriculture... mengumpulkan orang berlangganan sayur di awal, menjamin petani sejahtera dan konsumen dapat kepastian makanan sehat.

Tonton episode lengkap di YouTube