Ronaldo, anak muda dari Manggarai Timur, memutuskan pulang ke kampung halamannya untuk mengorganisir petani kopi. Ia melihat ironi kelam: kopi Flores sangat terkenal, tetapi petan…
Bersama Ronaldo, penggerak Milenial Gecur di Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Ronaldo, anak muda dari Manggarai Timur, memutuskan pulang ke kampung halamannya untuk mengorganisir petani kopi. Ia melihat ironi kelam: kopi Flores sangat terkenal, tetapi petaninya semakin tua dan tetap miskin karena terjebak permainan harga tengkulak. Lewat kelompok Milenial Gecur, ia membongkar kebiasaan petani menjual biji mentah asalan saat panen raya. Ronaldo mengedukasi teknik pengolahan kopi berstandar specialty, memotong jalur tengkulak dengan membeli langsung di harga tinggi, lalu mengemas dan memasarkannya lintas batas lewat media sosial, bahkan berhasil mengekspor secara independen ke Amerika dan Hongkong. Ia mengampanyekan ajakan pulang kampung untuk menekan arus larinya kaum terpelajar dari desa.
Tindakan Ronaldo adalah pembongkaran atas oligopoli tengkulak dan asimetri informasi di perdesaan. Tengkulak umumnya menang karena menguasai informasi pasar dan modal; Ronaldo menggantikannya dengan teknologi digital dan kualitas produk. Transformasi dari kopi curah asalan menjadi kopi specialty merestorasi martabat produk lokal. Melalui kampanyenya, Ronaldo mengubah narasi usang bahwa sukses berarti merantau dan menetap di kota besar. Ia membuktikan bahwa desa adalah episentrum ekonomi masa depan jika dikelola dengan penalaran saintifik dan kewirausahaan digital, dan bahwa bertani bukanlah pekerjaan kasta bawah melainkan profesi otonom yang membanggakan.
Petani kopi di sini semakin tua semakin miskin, harga kopi tidak ada perubahan... pasca panen mereka belum paham permintaan pasar.
Saya kumpulkan petani, setiap minggu kita duduk ngopi bareng... dari situ mereka minta saya bawa inovasi untuk jawab persoalan mereka.
Saya beli kopi tingkat petani dengan harga cukup tinggi dari tengkulak... mereka merasa disaingi, pergerakan saya disoroti jadi ancaman buat mereka.
Saya membentuk kelompok milenial kreatif dan inovatif... kami sama-sama mencari jejaring pasar lewat media sosial.
Pemasaran kita sudah lokal, nasional, bahkan 2019 kita melakukan ekspor perdana ke USA dan Hongkong.
Kita punya arabika s795, yellow caturra, kopi juria... kita proses full wash, honey process, sesuai permintaan pasar.
Semakin banyak orang berpendidikan tinggi, semakin besar mereka meninggalkan kampung... Saya ingin buktikan, ayo pulang kampung berbuat sesuatu.
Petani kopinya sudah tua, tanaman kopinya juga tua. Kita butuh kolaborasi dengan kampus atau lembaga riset untuk keberlanjutan.