Ini adalah salah satu episode dengan muatan filosofis paling berat, membedah epistemologi tata kelola negara. Bersama politisi Rieke Diah Pitaloka, diskursus menukik pada esensi d…
Bersama Rieke Diah Pitaloka, politisi di Jakarta.
Ini adalah salah satu episode dengan muatan filosofis paling berat, membedah epistemologi tata kelola negara. Bersama politisi Rieke Diah Pitaloka, diskursus menukik pada esensi data. Kesalahan data penduduk, data bansos, hingga subsidi pupuk bukanlah kesalahan teknis belaka, melainkan bentuk kekerasan simbolik, meminjam konsep Pierre Bourdieu, dari negara terhadap rakyatnya. Ketika birokrasi mereduksi nyawa manusia menjadi sekadar deretan angka statistik, mereka kehilangan empati saat angka-angka tersebut dihapus atau dimanipulasi. Pendekatan top-down yang seragam mengabaikan kemajemukan karakteristik ribuan desa di Indonesia. Episode ini menggugat arogansi teknokrat pusat yang memonopoli kebenaran data tanpa verifikasi yuridis dan sosiologis di lapangan. Solusi yang disodorkan adalah Data Desa Presisi, sebuah metodologi yang mengawinkan teknologi spasial dengan partisipasi warga. Episode ini menjadi gugatan keras bagi parlemen dan kabinet: tanpa kedaulatan data yang akurat dan disusun langsung oleh warga desa, triliunan rupiah anggaran negara hanya akan terus menjadi bancakan elite, melanggengkan penderitaan rakyat atas nama program pembangunan.
Ibu-ibu itu berantem... beliau sama-sama tidak mampu terus nggak dapet. Sampai RT bilang nggak tahu karena datanya nggak ada.
Bantuan sebesar apapun kalau perencanaannya tidak didasari hal-hal yang riil... anggaran sebesar apapun pasti nggak tepat sasaran.
Data itu bukan hanya sekedar angka statistik... di balik data itu ada nyawa. Mempermainkan data berarti mempermainkan nyawa orang.
Ada perbedaan data antara Kementerian Dalam Negeri, BPS, dan juga Kemendes... padahal datanya dianggap sah bahkan oleh Kemenkeu.
Peraturan tentang pendataan pernah nggak ditelisik? Pendataan yang dilakukan kementerian/lembaga... tidak boleh saling melampaui aturan.
Dari satu praktek eksperimen... ada fakta menggambarkan desa ternyata mampu menghasilkan data yang presisi tentang kebutuhan riilnya.
Persoalan data ini menjadi persoalan kedaulatan sebetulnya. Tidak bisa lagi kita anggap enteng... setiap lima tahun kita mengulang problem sama.
Kubaringkan tubuh jadi pematang bagi kaki-kaki petani... tubuhku adalah pematang bagi kaki-kaki petani.