Kontrak Politik Bersama Rakyat Jelang Pemilu 2024

Sebuah evaluasi kritis terhadap mesin penyelenggara negara yang sering kali mereduksi pemilu menjadi sekadar hitung-hitungan teknokrasi dan logistik. Episode ini menegaskan bahwa…

Sebuah evaluasi kritis terhadap mesin penyelenggara negara yang sering kali mereduksi pemilu menjadi sekadar hitung-hitungan teknokrasi dan logistik. Episode ini menegaskan bahwa prosedur yang rapi tidak menjamin demokrasi yang bermutu jika esensinya hampa. Masyarakat dibiarkan menjadi penonton pasif sementara para elite sibuk menegosiasikan kekuasaan. Untuk memutus siklus apatisme dan reproduksi politik identitas, masyarakat sipil dituntut untuk mengonsolidasikan diri dan melakukan perlawanan struktural. Caranya adalah dengan merumuskan kontrak politik yang berangkat dari penderitaan dan kebutuhan riil warga di tingkat mikro, seperti masalah pupuk, akses kesehatan, dan penggusuran ruang. Kontrak ini menjadi senjata bagi rakyat untuk menyandera janji kandidat sebelum memberikan suara. Episode ini adalah ajakan berpolitik secara kalkulatif dan rasional: memaksa pemilih melakukan penelusuran ketat terhadap rekam jejak kandidat, menolak cek kosong politik, dan memastikan bahwa suara rakyat ditukar dengan kebijakan publik yang menjamin keadilan sosial, bukan sekadar janji manis di atas panggung kampanye.

Tonton episode lengkap di YouTube