Mas Kasan menyoroti realitas pahit di mana sawah makin ditinggalkan generasi muda dan perlahan beralih fungsi atau rusak akibat sampah plastik. Untuk melawan krisis ini, ia mengin…
Bersama Mas Kasan, penggerak desa.
Mas Kasan menyoroti realitas pahit di mana sawah makin ditinggalkan generasi muda dan perlahan beralih fungsi atau rusak akibat sampah plastik. Untuk melawan krisis ini, ia menginisiasi Festival Layang-layang di area persawahan desanya. Berbeda dengan festival pada umumnya, acara ini menerapkan aturan ketat bebas plastik sekali pakai. Siapa pun yang berdagang atau menonton dilarang menggunakan kemasan plastik, memaksa warga kembali menggunakan daun pisang atau material organik. Lebih dari sekadar menerbangkan layangan raksasa, Mas Kasan menggunakan festival ini untuk memanggil kembali warga, dari anak-anak hingga lansia, untuk berinteraksi dengan sawah dan menjadikannya ruang publik yang menyenangkan, bukan sekadar ruang kerja yang identik dengan lumpur dan kemiskinan.
Gerakan Mas Kasan adalah bentuk pedagogi kultural dan resistensi spasial. Sawah yang selama era modernisasi pertanian direduksi sekadar menjadi pabrik beras yang mekanis dan berjarak dari dimensi sosial warga, kini direklamasi kembali fungsi sosiologisnya. Mas Kasan membuktikan bahwa konservasi lingkungan tidak bisa dilakukan lewat ceramah elitis, melainkan harus dibungkus melalui peristiwa kebudayaan yang mengikat memori kolektif masyarakat. Secara makro, festival ini adalah tamparan terhadap hegemoni industrialisasi pangan. Dengan menarik pemuda kembali ke sawah melalui pintu seni dan hiburan, tumbuh ikatan emosional yang menjadi fondasi awal lahirnya regenerasi petani yang kritis terhadap kelestarian ekologi.
Memori saya dulu di sawah itu ramai, ruang publik... makin kesini yang ada tinggal orang tua, anak muda lebih suka kerja instan.
Saya tawarkan pemuda bikin festival layang-layang... anak-anak yang mayoritas buruh bangunan ini sangat semangat lembur bikin layangan besar.
Saya hubungi Mas Jaduk, Robi Navicula, Duta Sheila On 7 untuk bikin video support... anak-anak desa ini jadi tambah semangat dan percaya diri.
Area itu steril dari plastik sekali pakai. Siapapun boleh jualan asal tidak pakai plastik... Selesai acara sampahnya sedikit sekali.
Saya tanamkan, pertanian itu masa depan. Sektor yang paling ajaib... dari anak kecil sampai orang usia 80 tahun boleh masuk.
Saluran irigasi untuk buang sampah plastik yang masuk ke sawah... Saya sudah dua kali lihat sawah sampai 'disaponi' (disapu) karena banyak plastiknya.
Dulu kita kemasannya organik yang selesai membaur dengan alam... ibu-ibu memakai daun tanpa plastik itu bukan hal baru.
Ada pendekatan kultural yang bisa dipakai untuk mempromosikan kecintaan pada ekologi di tengah kepungan plastik.